Rabu, 21 Mei 2014
Tempat Pariwisata Di Bali
Bali memiliki keanekaragaman daya tarik wisata yang mengagumkan.
Tidak heran jika pulau yang indah ini sanggup menarik banyak wisatawan
dari seluruh dunia setiap tahunnya.
Hampir semua media internasional yang berhubungan dengan pariwisata
dunia menempatkan Bali pada tempat teratas tujuan wisata tropis yang
paling diminati.
Bali terkenal dengan tradisi dan budayanya. Banyak wisatawan datang
untuk mengunjungi berbagai pura dan menyaksikan tari-tarian yang
memiliki karakteristik dan keunikan tersendiri.
Namun, sebagai surga wisata tropis yang lengkap dengan pegunungan,
lembah, tanah pertanian, pantai, bahkan sampai panorama yang cantik
didasar laut, Bali juga menawarkan banyak hal lain yang tidak kalah
menarik. Bangunan pura, adat istiadat serta kebiasaan masyarakat Bali
yang sangat kental dengan budayanya menjadikan Bali selalu hidup untuk
Pariwisata Nasional.
Pulau Penyu
adalah sebuah pulau kecil dibalik hingar-bingarnya olah raga pantai di Tanjung Benoa, Nusa Dua, Bali.
adalah sebuah pulau kecil dibalik hingar-bingarnya olah raga pantai di Tanjung Benoa, Nusa Dua, Bali.
Pulau ini memiliki keunikan tersendiri
karena di sini dilakukan penangkaran dan pelestarian beberapa jenis
penyu. Jumlah populasi penyu yang ditangkarkan mencapai 30ekor. Dari
yang masih berupa telor yang menjalani masa penetasan, sampai penyu
besar yang berusia 65 tahun.
Banyak wisatawan menaruh minat yang
besar untuk berkunjung ke pulau ini. Dengan menumpang Boat selama lima
belas menit kita sudah sampai di Pulau ini.
Pulau memanjang seluas kurang lebih
tiga hektar ini, lokasinya bersebelahan dengan Desa Benoa. Jarak
tempuhnya bisa berbeda-beda tergantung dari pasang surutnya air laut.
Pada saat air surut waktu tempuh bisa 25 menit. Sedangkan saat air
pasang hanya 15 menit.
Taman Nasional
Bali
Barat sebagai kawasan pelestarian alam, dapat dimanfaatkan untuk
kepentingan pendidikan, penelitian, rekreasi dan menunjang budidaya.
Ciri khas Taman Nasional Bali Barat adalah terdapatnya burung jalak Bali
(Leucopsar rothschildi) yang dapat hidup di alam bebas hanya di Taman
Nasional Bali Barat. Secara Administratif Taman Nasional Bali Barat
Berada di kabupaten Jembrana dan Buleleng Propinsi Bali. Diantara bulan
Desember hingga Maret curah hujan di wilayah ini cukup tinggi.
Flora
Beberapa
type vegetasi adalah Hutan mangrove didominasi oleh tumbuhan
Bakau(Rhizophora sp), Savana lontar didominasi oleh tumbuhan lontar
(Borassus flabelier), Hutan Hujan, hutan musim yang didominasi oleh
tumbuhan Pilang(Acasia Leucophloea)
Fauna
Beberapa
Satwa liar yang dapat diamati di Taman Nasional Bali Barat antara lain,
Burung Jalak Bali (leucospar rothschildi), Banteng (Bos Javanicus),
Kijang (Muntiacus Muntjak), Kancil (Tragulus Javanicus), Rusa (Cervus
Timorensis), Kucing Hutan (Felis Bengalensis), Kera abu-abu (Macaca
fascicularis), Kera Hitam (Presbytis Criscata), Jalak Putih (Stunus
Melanopterus), Terucuk (Pycnonotus goiavier), Kepodang (Oriolus
chinensis) Raja Udang (Halcyon Chloris).
Pantai Balangan
Wilayah pesisir di sepanjang jalur Pecatu – Uluwatu merupakan kawasan
pantai berpasir putih yang tersembunyi terhalang oleh tebing-tebing
yang menjulang tinggi yang menjadi ciri khas eksotisme pantai di wilayah
ini.Pantai Balangan dapat ditempuh melalui perjalanan melewati kawasan
Garuda Wisnu Kencana Hanya terdapat beberapa gelintir wisatawan yang
terlihat di sini, mungkin karena lokasinya yang agak jauh dijangkau.
Begitu juga warung-warungnya hanya beberapa buah saja. Pantainya
berpasir putih dengan butiran kasar, dan di pesisir bibir pantai
terdapat cukup banyak batu-batu kecil, jadi kalau jalan mesti hati-hati.
Ombak yang besar tampaknya membuat sedikit orang untuk berani mandi di
sini, dan tampaknya lebih banyak wisatawan yang bermain surfing di
tengah laut. Pengunjung lebih banyak hanya menikmati pantai dengan
berfoto-foto atau membuat rekaman video. Pantai Balangan adalah salah
satu view point untuk menyaksikan eksotisme matahari terbenam, dari
sudut capture yang berbeda.
Taman Ayun
adalah sebuah kompleks Pura yang sangat besar, terletak di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, kurang lebih 18 km dari jantung Kota Denpasar. Setelah kita melewati pintu masuk, taman luas yang terawat baik menyambut kedatangan, dengan rumput hijau yang benar-benar indah, tapi sayangnya pada saat hari panas hal ini dapat menjadi sangat berat karena tidak terdapat pohon-pohon besar untuk memberikan keteduhan di taman ini. Ketika kita mencari keteduhan, taman bagian belakang adalah jawabannya. Akan sangat menyenangkan sekali untuk berjalan-jalan di jalan bebatuan di bawah pohon-pohon besar ditemanani oleh suara burung-burung yang sedang bernyanyi.
adalah sebuah kompleks Pura yang sangat besar, terletak di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, kurang lebih 18 km dari jantung Kota Denpasar. Setelah kita melewati pintu masuk, taman luas yang terawat baik menyambut kedatangan, dengan rumput hijau yang benar-benar indah, tapi sayangnya pada saat hari panas hal ini dapat menjadi sangat berat karena tidak terdapat pohon-pohon besar untuk memberikan keteduhan di taman ini. Ketika kita mencari keteduhan, taman bagian belakang adalah jawabannya. Akan sangat menyenangkan sekali untuk berjalan-jalan di jalan bebatuan di bawah pohon-pohon besar ditemanani oleh suara burung-burung yang sedang bernyanyi.
Cinta Dalam Diam
Namaku Putri, aku biasa dipanggil Puput. Aku masuk salah satu
universitas islam di Bandung. Walau basic ku dari SMA. Hehehe. Hari
pertama masuk kuliah, di kelas ku melihat sosok pria yg misterius. Dia
tampan, sangat pendiam, putih, tinggi dan cukup menarik perhatianku juga
rasa penasaranku. Hari demi hari ku lalui, rasa keingintahuanku
tentangnya pun terjawab. Pria itu bernama Hilman, dia pintar dan aktif
dikelas, aku kira dia orang yang pendiam, tapi ternyata tidak juga. Lama
kelamaan lincahnya terlihat, dia bawel, gokil pula, dan yang paling aku
terkaget itu dia seorang pemain biola. Hmmm... waw.
Dengan berjalannya waktu kitapun saling mengenal satu sama lain, yang awalnya aku dan Hilman sangat kaku sampe kemudian kami menjadi teman dekat, bahkan lebih dekat dari sahabat. Aku selalu menceritakan semua kejadian yang menimpaku, dari cerita susah, senang, sedih, dan sebagainya begitu pula dengannya. Dia pria yang sangat baik dan mengerti aku. Dia tempat curhat yang asik, tempat sharing pelajaran yang menyenangkan. Dan pria yang penuh dengan kharisma, sehingga banyak perempuan lain yang kagum padanya.
Apa ini yang dinamakan cinta? Apa ini yang dinamakan kasih sayang? Apa ini....??? ssstttt.... sudah cukup sampai disitu pertanyaanku. Rasanya perutku lapar jika aku selalu berpikiran hal itu. Oh... tidak..... Aku mencoba berpositive thinking akan keadaanku ini. Ya, agar semuanya berjalan seperti biasanya. Hari demi hari ku lalui seperti biasanya, tugas kuliah yang menumpuk, pekerjaan rumah seperti pembantu rumah tangga, menjadi pembisnis coklat online, dan tentunya have fun dengan sahabatku Hilman walau aku harus merasakan perang batin jika harus berhadapan dengannya.
Suatu hari, saat kami sedang kerja kelompok salah satu teman perempuanku mendekati Hilman. Dia bertanya ini itu, ini itu, sampai bosan aku melihatnya bulak balik dihadapan Hilman. Geram rasanya melihat dia, ingin sekali aku menyingkirkannya. Rasa kesal melandaku saat itu, seperti masuk kedalam lubang yang berisi kantung pasir tinju yang siap ku hantam satu persatu. Aduh, perasaan ini timbul kembali. Aku benci.
Malam hari ku menulis puisi untuknya....
CINTA DALAM DIAM
Kumencintaimu dalam diam
Karena diamku tersimpan kekuatan harapan
Dan cintaku hingga saat ini masih terjaga
Mungkin Allah akan membuat harapan ini menjadi nyata
Ku ingin cintaku dapat berkata
Dikehidupan yang nyata
Namun jika tak memiliki kesempatan berkata
Biar semua in i tetap diam jika kau bukan untukku
Aku yakin Allah akan menghapus cintaku
Dengan berjalannya waktu
Dan memberi rasa yang lebih indah untukku
Yang menjadi jalan takdirku
Biar cinta dalam diamku ini
Menjadi memori tersendiri
Dan relung hatiku menjadi tempat rahasia
Kau dan perasaan cintaku ini
Puisi ini mewakili semua perasaanku padanya. Aku hanya dapat berkata melalui tinta, dapat berbicara melalui irama, dan dapat bercerita melalui karya. Satu satunya yang membuatku seperti orang bisu yaitu perasaanku ini. Aku tidak ingin terobsesi memilikinya, karena itu akan membuatnya pergi dariku. Cinta dalam diam yang memang tepat untukku. Dia tidak tahu akan perasaanku, sikapnya yang menunjukkanku bahwa dia hanya menganggapku sahabat.
Itu tidak masalah untukku, karena berada didekatnya sudah lebih dari cukup, melihat tawanya, mendengar suaranya, dan merasakan kehadirannya sudah membuatku bahagia. Aku mencintainya dalam diam, karena aku tak mau merusak semua ini.
Pada suatu hari di kampus, Hilman memintaku untuk menemaninya pergi ke suatu tempat. Ternyata ada sesuatu yang ingin dia beli, kita pergi ke pasar bunga dan membeli 1 rangkaian bunga mawar yang akan dia berikan untuk hari ulang tahu ibunya. Setelah dia mendapatkannya, dia petik satu bunga mawar merah untukku.
“ini buat kamu put.” Sambil memberikan bunga mawar merah itu
“lah? Buat aku? Untuk apa?” tanyaku terheran heran
“tanda terimakasih, karena udah temenin kesini” jawab hilman
“oh... ya, makasih” ku tersipu malu
Sungguh hari yang amat sangat luar biasa untukku.hahahaha aku mendapatkan satu bungan mawar dari seorang Hilman? Rasanya seperti melayang ke udara dersama awan awan putih selembut salju yang menjadi bantalanku, dan turun kembali ke bumi dengan pelang indah warna warni yang menjadi perosotanku. ihihihihi WAW... its amazing ya walau ku tau itu tak ada arti apa apa untuknya. Tapi untukku? Itu sangat berarti. Kusimpan bunga mawar itu diatas meja belajarku, disamping fotoku dan Hilman. Rasanya itu sangat serasi. Meja belajarku adalah tempat baru yang menyenangka ke 2 setelah tempat tempat menyenangkan yang ku lalaui dengan Hilman. Karena meja belajarku adalah saksi bisu dari semua pengakuan atas perasaanku. Setiap hari kutuliskan diary atas namanya, tak pernah ku bosan menulis nama Hilman dalam diary ku walau berjuta kali banyaknya. Dan fotoku dengan Hilman yang bersender bunga mawar merah menjadi pemandangan yang menyejukkan hati. Hehehe
Tutup pintu hatimu untukku
Jika semua yang ku lakukan
Karena ingin memilikimu
Buka pintu kebencianmu
Jika semua yang ku lakukan
Hanya ingin mempermainkanmu
Aku masih bingung, apa yang harus ku lakukan? Sungguh ini sangat menyiksa batinku. Ketika pada suatu sore, setelah pulang kampu kami pulang bersama. Seperti biasa, jalur taman kota yang kami lewati. Karena suasana sore hari di taman kota sangat menyenangka. Ku berfikir disitu tempat yang tepat untuk mengutarakan perasaanku. Walau ku cegah adanya pertanyaan padanya seperti: apa pendampat Hilman tentangku? Bagaimana perasaan Hilman ke aku? Apa Hilman mau menjalin hubungan denganku? Tidak ingin ku lontarkan pertanyaan itu. Kami tertawa sepanjang perjalanan, dan dia memang bakat menjadi pelawak. Hahaha. Saat kami sedang berjalan santai di taman, tiba tiba.....
“aaaaa........” ku menjerit saat hilman mendorongku ke pinggir jalan.
Ternyata sebuah motor hampir menabrakku, dan Hilman melindungiku. Tapi saat ku lihat dia, ternyata motor itu menabrak Hilman. Betapa shocknya aku melihat dia tergeletak tak berdaya dijalan, dengan mata yang terpejam, dan tak sadarkan diri. Aku yang terjatuh dijalan kemudian bergegas lari menghampirinya, tak peduli betapa sakitnya kakiku terbentur batu. Dengan jalan yang terpincang pincang, ku kuatkan diri menghampiri Hilman.
“Hilman.... Hilman.....” teriakku padanya, sambil menolongnya.
Ingin ku berkata sesuatu, tapi lidahku terlalu kelu. Seakan hanya namanya yang dapat ku panggil dengan jelas dan lancarnya. Ya, hanya namanya saja. air mataku meleleh membentuk anak sungai di pipiku. Ini adalah peristiwa yang sangat membuatku terpukul.
“Ya Alloh, tolong aku. Jangan kau ambil dia pergi dari sisiku dan sampai kau ambil dia ke sisimu. Apa yang harus ku lakukan tanpanya? Aku akan merasa bersalah, dan penyesalan yang amat sangat mendalam karena perasaanku tak dapat berkata dikehidupan nyata.”
Serentak ku panggil ambulan untuk membawanya kerumah sakit. Dia yang jadi ambulanku saat aku keluar dari pintu gawat darurat, sekarang aku yang memanggil ambulan untuknya? Sungguh menyedihkan. Aku terdiam sepanjang perjalanan menuju kerumah sakit. Entah apa yang harus aku lakukan untuk membantunya bangun kembali?apa canda tawa tadi adalah hal terakhir yang kulakukan dengan Hilman? Apa tadi adalah terakhir kalinya aku mendengar suaranya? Dan melihat nya? Aku mengingat semua kenangan bersama Hilman, kenangan manis yang tak akan bisa terlupakan.
Setiba dirumah sakit, kegelisahanku makin menjadi jadi. Setelah ku hubungi keluarganya. Aku menangis dalam dekapan ibunya, ya kami memang sudah akrab satu sama lain. Bahkan seperti anak dan ibu sendiri. Di luar pintu GAWAT DARURAT ku menunggu dengan kegelisahan, tatapan yang penuh dengan sejuta harapan pada satu orang yang keluar dari pintu itu. Semoga aku dapat menjadi ambulan saat Hilman keluar dari pintu gawat darurat, karena biasanya dia yang melakukan itu. Tapi kali ini, aku yang harus menggantikan tugasnya. Saat ada seseorang keluar.....
“dokter, bagaimana keadaan temanku? Apa dia baik baik saja? Apa dia selamat? Apa dia sehat sehat saja?” tanyaku pada dokter itu
“Maaf, kami tidak dapat menolongnya. Benturan dikepalanya sangat keras, tak ada darah yang keluar, tapi darah itu bergumpal banyak diotaknya.”
Serentak hal itu membuat harapanku menjadi hancur berkeping keping.
“Kami ingin melakukan pembedahan, tapi waktu yang tidak memungkinkan, dia menghembuskan nafas terakhir dan membaca dua kalimat sahadat dan memanggil nama “Put”. Siapa itu?” jelas dokter padaku
“ Put? Namaku Putri dok” sampai tersedu sedu ku berkata.
“ sungguh dia pria yang mengagumkan. Saat keadaannya sekarat, dia masih mengingat Alloh dan kamu”.
Lekas ku berlari menghampiri hilman yang sudah terbaring tak bernyawa. Air mataku semakin deras membasahi pipiku. Aku tak dapat berkata apapun lagi. Langsung keluarganya membawa dia kerumah, dan mengurus jenazahnya. Sungguh, aku tak ingin melihatnya dalam posisi di balut kain putih dan wajah yang pucat. Aku penakut, dan tak ingin melihatnya. Tapi ku kuatkan diri untuk selalu mendampingi disisinya sampai tanah terakhir menutupi kuburnya.
Hanya do’a yang bisa kulantunkan
Keikhlasan yang selalu ku genggam
Kekuatan yang jadi tumpuan
Dan kenangan yang menjadi senyuman
Perubahan kepribadianku serentak berubah, aku menjadi sosok yang pendiam, cuek, dingin, dan menjauh dari apa yang ada hubungannya denganku dan Hilman. Rasanya itu sangat menyiksa. Dan penyesalan terbesarku yaitu karena aku belum sempat mengutarakan persaanku sampai dia menutup mata. Teman temanku berkata padaku, bahwa Hilman sangat mencintaiku. Tapi dia tak mau mengatakannya karena takut merusak persahabat kita, dan yang paling ia tidak mau yaitu menjalin hubungan terlarang yang dapat merusak izzah dan iffahku. Hilman yang selalu hadir dalam mimpiku dan membuatku semakin bersedih.
Teman teman yang silih berganti menghiburku bahkan tak sanggup membuatku tersenyum. Bunga mawar merah dan foto yang terletak dikamarku menjadi tempat pelamunanku mengingat kenangan manis bersamanya. Semakin lama, semakin layu. Tapi tak ku buang, bunga itu ku simpan baik baik.
Ku jalani hari dengan kesendirian
Tanpa seorang sahabat yang mengisi ruang dan waktu
Rasanya ku ternanam menahan luka yang dalam
Hampir saja ku mati rasa padamu
Dan hilangkan relung hatiku
“ketika kau mencintai seseorang, katakan padanya. Tak usah takut akan apapun resikonya. Tapi ingat, janganlah kamu memberinya pertanyaan apapun. Itu akan membuatmu gelisah. Cukup dengan kau jujur atas perasaanmu, itu sudah sangat mengurangi beban hatimu.”
Satu tahun kemudian, tetap tak ada perubahan padaku. Aku belum kembali seperti dulu, tak ada aku yang ceria, tak ada aku yang bawel, tak ada aku yang gila. Seakan semuanya terkubur bersama kenangan manis disisinya. Pada pagi hari, 14 februari 2013 saat pergi kuliah aku melihat sosok pria yang sedang memegang biola. Aku terkaget saat sosok Hilman yang ada dihadapanku. Tapi kulihat kembali dengan kesadaranku, ternyata bukan. Aku melewat dihadapannya dengan sedikit tersenyum, diapun membalas senyumanku. Pria itu membuatku penasaran. Pada sore hari saat pulang kuliah, hal yang memalukan terjadi. Pada saat itu aku sedang asik sms-an dengan temanku. Tiba tiba saat ku berjalan....
“ awas.....” teriak seorang pria di hadapanku
Sejenak ku terdiam dan melihat kedepan. Hampir saja aku terjatuh pada kubangan air. Hahaha itu sangat memalukan. Saat kulihat pria itu, ternyata dia pria yang tadi pagi ku temui.
“hati hati ya jalannya” dengan lembut dia memperingatkanku
Rasanya sangat memalukan, kejadian yang tak kulupakan. Rasa penasaranku padawa makin menjadi. Aku cari tahu tentangnya. Dia bernama Adit, dia adalah kakak tingkatku. Dan ternyata kami satu jurusan. Rasanya aku belum pernah melihatnya. Ya, bagaimana aku tahu, setelah kuliah saja aku pulang kerumah karena tidak ada tempat lagi yang kutuju. Dulu selagi Hilman ada, banyak tempat yang terjelajahi bersamanya. Seakan akan, semua tempat itu menjadi neraka untukku, dan aku tak ingin pergi kesana lagi.
Hari demi hari ku lalaui seperti biasa, sedikit ada perubahan. Aku mulai tersenyum, setelah kejadian memalukan itu. Teman teman sekelasku senang akan adanya perubahanku. Aku selalu memata matai Adit, saat dia di kampus, di kelas, bahkan saat bermain biola. Rasanya sosok hilman masuk kedalam dirinya. Oh.... tidak mungkin, tak ada yang bisa menandingi Hilman dimataku. Tempat favorit Hilman main biola itu di taman kampus, suasana yang sejuk sangat mendukung. Tapi mengapa Adit juga sering berlatih disitu? Apa benar Adit adalah jelmaan dari Hilman? Oh.... sungguh mengherankan.
Makin kesini, aku makin mencari tahu tentangnya. Dari mulai tempat tinggalnya, jadwal kuilahnya, tempat favoritnya, hobinya, sampai makanan kesukaanya. Nah loh? Ko mirip Hilman ya? Tidak mungki itu Hilman, tapi semuanya ada hubungannya dengan hilman. Ku yakinkan bahwa Hilman adalah Hilman, tak ada orang yang menyamainya. Dan Adit adalah Adit, orang yang kebetulan, ya seperti itu adanya. Rasa kagumku pada Adit semakin besar, tapi bukan berarti ku melupakan Hilman. Tidak sama sekali. Karena dia abadi tersimpan disisi lain relung hatiku. Aku yang selalu menguntupi Adit kemana ia pergi. Kejadian yang sama saat dulu bersama Hilman, tapi perbedaannya aku menguntip Adit diam diam. Hehehe
Selalu saja begitu setiap hari. Ku luangkan waktu untuk mengikutinya pergi. Sampai ku berpikir aku akan memberikan satu bunga mawar merah untuknya. Aku tak ingin perasaanku ini menyiksa diriku seorang diri. Mungkin jika ku utarakan padanya, dia bisa sedikit mengerti aku dan mengurang bebanku. Dan akhirnya kuputuskan untuk mengutaraknnya, aku mebawa satu tangkai bunga mawar yang menjadi kekutanku yang mengingatkanku pada Hilman. tapi saat ku berjalan di depan rumahnya, aku melihatnya bersama perempuan lain. Dia mengajak perempuam itu kerumahnya. Apa perempuan itu.....? tak sanggu ku lanjutkan kalimatku. Bunga mawar yang ku genggam, serntak jatuh bersama semua anganku. Hancur lebur, membentuk butiran debu.
“apa ini takdirku? Apa Alloh memang menahan perasaanku hanya untuk Hilman. Dan sengaja membuatku hancur karena Adit.” Ku duduk terdiam memetik kelopak bunga mawar.
Memang benar, cintaku pada Hilman tak memiliki kesempatan untuk berkata. Bukan berarti dia bukan untukku, tapi memang Alloh mencegahku untuk mengatakan dikehidupan yang nyata. Dan mungkin memberi kesempatanku berkata di kehidupan yang abadi, selamanya. Bunuh diri? Hahaha bodoh. Itu adalah kata yang ku benci. Mungkin Alloh merencanakan sesuatau dengan Hilman. Dia yang tak ingin aku menjalin hubungan terlarang (pacaran) dengan lelaki lain, karena dia mencintaiku. Dan hanya ingin bersamaku di ikatan yang halal bagiku.
Biarlah saat ini ku belajar jauh darinya di dunia ini, dia mengajarkanku kesabaran dan keikhlasan. Mungkin dia sedang menguji cintaku, dia sengaja membiarkanku hidup agar rasa rinduku semakin dalam untuknya. Dan suatu saat nanti jika kita bertemu, rindu itu akan lenyap dan berubah menjadi butiran cinta juga kehidupan yang baru.
“ Jangan takut, aku akan mencintaimu seribu tahun, dan akan mencintaimu seribu tahun lebih ”
Dengan berjalannya waktu kitapun saling mengenal satu sama lain, yang awalnya aku dan Hilman sangat kaku sampe kemudian kami menjadi teman dekat, bahkan lebih dekat dari sahabat. Aku selalu menceritakan semua kejadian yang menimpaku, dari cerita susah, senang, sedih, dan sebagainya begitu pula dengannya. Dia pria yang sangat baik dan mengerti aku. Dia tempat curhat yang asik, tempat sharing pelajaran yang menyenangkan. Dan pria yang penuh dengan kharisma, sehingga banyak perempuan lain yang kagum padanya.
| Cinta Dalam Diam |
Aku seperti buntut baginya, kemanapun dia pergi, aku selalu
mengikutinya. Dari mulai dia futsal, main dengan teman temanya dan
mereka juga temanku, sampai satu organisasi pun bersama. Dia yang selalu
ada saat aku membutuhkan bantuan. Dari mulai meminta bantuan
menyelesaikan tugasku, mengantarku pulang, sampai menemaniku jalan
jalan. Seakan akan dia itu ambulan yang pada saat aku keluar dari pintu
gawat darurat, dia selalu ada. Banyak orang yang menyangka kita pacaran.
Oh... itu tidak mungkin. Hahahah
Sampai suatu hari, entah apa yang terjadi padaku? Ketika aku melihatnya bermain biola di taman kampus, hatiku berdegup kencang, tanganku berkeringat, lidahku kelu, bahkan kakiku sampai gemetar, tak mampu ku melangkahkan kaki untuk berpaling darinya. Ku tutup mataku agar aku mendapat ketenangan. Tapi saat ku terpejam.....
“Put, lagi apa berdiri disini?” serentak aku terkaget mendengar suaranya.
“Panas tau. Sini temenin aku latihan biola!” hilman mengagetkanku, kemudian kubuka mataku.
“eh... heheheh Hilman. Lagi diem aja, nyari tukang dagang nih laper.” Sanggahanku
“hahaha put... put... sejak kapan ada tukang dagang keliling masuk kampus? Ngaco nih kamu, saking laparnya ya? Kamu mah lapar mulu deh perasaan. Yuk, aku traktir makan. Hari ini aku jadi pemadam kelaparan kamu. Hahaha” ledeknya padaku
“eh... iya. Lupa. Hehehe asik.... makan.....” jawabku
Aku berusaha bersikap seperti biasa dihadapannya, entah sampai kapan aku harus berpura-pura dan berperang dengan hatiku sendiri. Oh... rasanya sangat tersiksa. Aku perempuan yang memang agak sedikit tomboy, aku yang cuek akan keadaan sekitarku, aku yang kadang memalukan diriku sendiri dengan tidak sadar, dan aku yang selalu bersikap paling heboh dan gokil diantara teman temanku termasuk juga hilman.Tapi sesaat kemudian, aku menjadi sosok yang pendiam, jaga image, salah tingkah, dan lain lain jika berhadapan dengannya. Oh.... itu sangat menyebalkan ketika secara tidak sadar aku menjadi orang lain yang amat sangat jauh berbeda dari kepribadianku jika ada dia dihadapanku. Somebody help me
Sampai suatu hari, entah apa yang terjadi padaku? Ketika aku melihatnya bermain biola di taman kampus, hatiku berdegup kencang, tanganku berkeringat, lidahku kelu, bahkan kakiku sampai gemetar, tak mampu ku melangkahkan kaki untuk berpaling darinya. Ku tutup mataku agar aku mendapat ketenangan. Tapi saat ku terpejam.....
“Put, lagi apa berdiri disini?” serentak aku terkaget mendengar suaranya.
“Panas tau. Sini temenin aku latihan biola!” hilman mengagetkanku, kemudian kubuka mataku.
“eh... heheheh Hilman. Lagi diem aja, nyari tukang dagang nih laper.” Sanggahanku
“hahaha put... put... sejak kapan ada tukang dagang keliling masuk kampus? Ngaco nih kamu, saking laparnya ya? Kamu mah lapar mulu deh perasaan. Yuk, aku traktir makan. Hari ini aku jadi pemadam kelaparan kamu. Hahaha” ledeknya padaku
“eh... iya. Lupa. Hehehe asik.... makan.....” jawabku
Aku berusaha bersikap seperti biasa dihadapannya, entah sampai kapan aku harus berpura-pura dan berperang dengan hatiku sendiri. Oh... rasanya sangat tersiksa. Aku perempuan yang memang agak sedikit tomboy, aku yang cuek akan keadaan sekitarku, aku yang kadang memalukan diriku sendiri dengan tidak sadar, dan aku yang selalu bersikap paling heboh dan gokil diantara teman temanku termasuk juga hilman.Tapi sesaat kemudian, aku menjadi sosok yang pendiam, jaga image, salah tingkah, dan lain lain jika berhadapan dengannya. Oh.... itu sangat menyebalkan ketika secara tidak sadar aku menjadi orang lain yang amat sangat jauh berbeda dari kepribadianku jika ada dia dihadapanku. Somebody help me
Apa ini yang dinamakan cinta? Apa ini yang dinamakan kasih sayang? Apa ini....??? ssstttt.... sudah cukup sampai disitu pertanyaanku. Rasanya perutku lapar jika aku selalu berpikiran hal itu. Oh... tidak..... Aku mencoba berpositive thinking akan keadaanku ini. Ya, agar semuanya berjalan seperti biasanya. Hari demi hari ku lalui seperti biasanya, tugas kuliah yang menumpuk, pekerjaan rumah seperti pembantu rumah tangga, menjadi pembisnis coklat online, dan tentunya have fun dengan sahabatku Hilman walau aku harus merasakan perang batin jika harus berhadapan dengannya.
Suatu hari, saat kami sedang kerja kelompok salah satu teman perempuanku mendekati Hilman. Dia bertanya ini itu, ini itu, sampai bosan aku melihatnya bulak balik dihadapan Hilman. Geram rasanya melihat dia, ingin sekali aku menyingkirkannya. Rasa kesal melandaku saat itu, seperti masuk kedalam lubang yang berisi kantung pasir tinju yang siap ku hantam satu persatu. Aduh, perasaan ini timbul kembali. Aku benci.
Malam hari ku menulis puisi untuknya....
CINTA DALAM DIAM
Kumencintaimu dalam diam
Karena diamku tersimpan kekuatan harapan
Dan cintaku hingga saat ini masih terjaga
Mungkin Allah akan membuat harapan ini menjadi nyata
Ku ingin cintaku dapat berkata
Dikehidupan yang nyata
Namun jika tak memiliki kesempatan berkata
Biar semua in i tetap diam jika kau bukan untukku
Aku yakin Allah akan menghapus cintaku
Dengan berjalannya waktu
Dan memberi rasa yang lebih indah untukku
Yang menjadi jalan takdirku
Biar cinta dalam diamku ini
Menjadi memori tersendiri
Dan relung hatiku menjadi tempat rahasia
Kau dan perasaan cintaku ini
Puisi ini mewakili semua perasaanku padanya. Aku hanya dapat berkata melalui tinta, dapat berbicara melalui irama, dan dapat bercerita melalui karya. Satu satunya yang membuatku seperti orang bisu yaitu perasaanku ini. Aku tidak ingin terobsesi memilikinya, karena itu akan membuatnya pergi dariku. Cinta dalam diam yang memang tepat untukku. Dia tidak tahu akan perasaanku, sikapnya yang menunjukkanku bahwa dia hanya menganggapku sahabat.
Itu tidak masalah untukku, karena berada didekatnya sudah lebih dari cukup, melihat tawanya, mendengar suaranya, dan merasakan kehadirannya sudah membuatku bahagia. Aku mencintainya dalam diam, karena aku tak mau merusak semua ini.
Pada suatu hari di kampus, Hilman memintaku untuk menemaninya pergi ke suatu tempat. Ternyata ada sesuatu yang ingin dia beli, kita pergi ke pasar bunga dan membeli 1 rangkaian bunga mawar yang akan dia berikan untuk hari ulang tahu ibunya. Setelah dia mendapatkannya, dia petik satu bunga mawar merah untukku.
“ini buat kamu put.” Sambil memberikan bunga mawar merah itu
“lah? Buat aku? Untuk apa?” tanyaku terheran heran
“tanda terimakasih, karena udah temenin kesini” jawab hilman
“oh... ya, makasih” ku tersipu malu
Sungguh hari yang amat sangat luar biasa untukku.hahahaha aku mendapatkan satu bungan mawar dari seorang Hilman? Rasanya seperti melayang ke udara dersama awan awan putih selembut salju yang menjadi bantalanku, dan turun kembali ke bumi dengan pelang indah warna warni yang menjadi perosotanku. ihihihihi WAW... its amazing ya walau ku tau itu tak ada arti apa apa untuknya. Tapi untukku? Itu sangat berarti. Kusimpan bunga mawar itu diatas meja belajarku, disamping fotoku dan Hilman. Rasanya itu sangat serasi. Meja belajarku adalah tempat baru yang menyenangka ke 2 setelah tempat tempat menyenangkan yang ku lalaui dengan Hilman. Karena meja belajarku adalah saksi bisu dari semua pengakuan atas perasaanku. Setiap hari kutuliskan diary atas namanya, tak pernah ku bosan menulis nama Hilman dalam diary ku walau berjuta kali banyaknya. Dan fotoku dengan Hilman yang bersender bunga mawar merah menjadi pemandangan yang menyejukkan hati. Hehehe
Tutup pintu hatimu untukku
Jika semua yang ku lakukan
Karena ingin memilikimu
Buka pintu kebencianmu
Jika semua yang ku lakukan
Hanya ingin mempermainkanmu
Aku masih bingung, apa yang harus ku lakukan? Sungguh ini sangat menyiksa batinku. Ketika pada suatu sore, setelah pulang kampu kami pulang bersama. Seperti biasa, jalur taman kota yang kami lewati. Karena suasana sore hari di taman kota sangat menyenangka. Ku berfikir disitu tempat yang tepat untuk mengutarakan perasaanku. Walau ku cegah adanya pertanyaan padanya seperti: apa pendampat Hilman tentangku? Bagaimana perasaan Hilman ke aku? Apa Hilman mau menjalin hubungan denganku? Tidak ingin ku lontarkan pertanyaan itu. Kami tertawa sepanjang perjalanan, dan dia memang bakat menjadi pelawak. Hahaha. Saat kami sedang berjalan santai di taman, tiba tiba.....
“aaaaa........” ku menjerit saat hilman mendorongku ke pinggir jalan.
Ternyata sebuah motor hampir menabrakku, dan Hilman melindungiku. Tapi saat ku lihat dia, ternyata motor itu menabrak Hilman. Betapa shocknya aku melihat dia tergeletak tak berdaya dijalan, dengan mata yang terpejam, dan tak sadarkan diri. Aku yang terjatuh dijalan kemudian bergegas lari menghampirinya, tak peduli betapa sakitnya kakiku terbentur batu. Dengan jalan yang terpincang pincang, ku kuatkan diri menghampiri Hilman.
“Hilman.... Hilman.....” teriakku padanya, sambil menolongnya.
Ingin ku berkata sesuatu, tapi lidahku terlalu kelu. Seakan hanya namanya yang dapat ku panggil dengan jelas dan lancarnya. Ya, hanya namanya saja. air mataku meleleh membentuk anak sungai di pipiku. Ini adalah peristiwa yang sangat membuatku terpukul.
“Ya Alloh, tolong aku. Jangan kau ambil dia pergi dari sisiku dan sampai kau ambil dia ke sisimu. Apa yang harus ku lakukan tanpanya? Aku akan merasa bersalah, dan penyesalan yang amat sangat mendalam karena perasaanku tak dapat berkata dikehidupan nyata.”
Serentak ku panggil ambulan untuk membawanya kerumah sakit. Dia yang jadi ambulanku saat aku keluar dari pintu gawat darurat, sekarang aku yang memanggil ambulan untuknya? Sungguh menyedihkan. Aku terdiam sepanjang perjalanan menuju kerumah sakit. Entah apa yang harus aku lakukan untuk membantunya bangun kembali?apa canda tawa tadi adalah hal terakhir yang kulakukan dengan Hilman? Apa tadi adalah terakhir kalinya aku mendengar suaranya? Dan melihat nya? Aku mengingat semua kenangan bersama Hilman, kenangan manis yang tak akan bisa terlupakan.
Setiba dirumah sakit, kegelisahanku makin menjadi jadi. Setelah ku hubungi keluarganya. Aku menangis dalam dekapan ibunya, ya kami memang sudah akrab satu sama lain. Bahkan seperti anak dan ibu sendiri. Di luar pintu GAWAT DARURAT ku menunggu dengan kegelisahan, tatapan yang penuh dengan sejuta harapan pada satu orang yang keluar dari pintu itu. Semoga aku dapat menjadi ambulan saat Hilman keluar dari pintu gawat darurat, karena biasanya dia yang melakukan itu. Tapi kali ini, aku yang harus menggantikan tugasnya. Saat ada seseorang keluar.....
“dokter, bagaimana keadaan temanku? Apa dia baik baik saja? Apa dia selamat? Apa dia sehat sehat saja?” tanyaku pada dokter itu
“Maaf, kami tidak dapat menolongnya. Benturan dikepalanya sangat keras, tak ada darah yang keluar, tapi darah itu bergumpal banyak diotaknya.”
Serentak hal itu membuat harapanku menjadi hancur berkeping keping.
“Kami ingin melakukan pembedahan, tapi waktu yang tidak memungkinkan, dia menghembuskan nafas terakhir dan membaca dua kalimat sahadat dan memanggil nama “Put”. Siapa itu?” jelas dokter padaku
“ Put? Namaku Putri dok” sampai tersedu sedu ku berkata.
“ sungguh dia pria yang mengagumkan. Saat keadaannya sekarat, dia masih mengingat Alloh dan kamu”.
Lekas ku berlari menghampiri hilman yang sudah terbaring tak bernyawa. Air mataku semakin deras membasahi pipiku. Aku tak dapat berkata apapun lagi. Langsung keluarganya membawa dia kerumah, dan mengurus jenazahnya. Sungguh, aku tak ingin melihatnya dalam posisi di balut kain putih dan wajah yang pucat. Aku penakut, dan tak ingin melihatnya. Tapi ku kuatkan diri untuk selalu mendampingi disisinya sampai tanah terakhir menutupi kuburnya.
Hanya do’a yang bisa kulantunkan
Keikhlasan yang selalu ku genggam
Kekuatan yang jadi tumpuan
Dan kenangan yang menjadi senyuman
Perubahan kepribadianku serentak berubah, aku menjadi sosok yang pendiam, cuek, dingin, dan menjauh dari apa yang ada hubungannya denganku dan Hilman. Rasanya itu sangat menyiksa. Dan penyesalan terbesarku yaitu karena aku belum sempat mengutarakan persaanku sampai dia menutup mata. Teman temanku berkata padaku, bahwa Hilman sangat mencintaiku. Tapi dia tak mau mengatakannya karena takut merusak persahabat kita, dan yang paling ia tidak mau yaitu menjalin hubungan terlarang yang dapat merusak izzah dan iffahku. Hilman yang selalu hadir dalam mimpiku dan membuatku semakin bersedih.
Teman teman yang silih berganti menghiburku bahkan tak sanggup membuatku tersenyum. Bunga mawar merah dan foto yang terletak dikamarku menjadi tempat pelamunanku mengingat kenangan manis bersamanya. Semakin lama, semakin layu. Tapi tak ku buang, bunga itu ku simpan baik baik.
Ku jalani hari dengan kesendirian
Tanpa seorang sahabat yang mengisi ruang dan waktu
Rasanya ku ternanam menahan luka yang dalam
Hampir saja ku mati rasa padamu
Dan hilangkan relung hatiku
“ketika kau mencintai seseorang, katakan padanya. Tak usah takut akan apapun resikonya. Tapi ingat, janganlah kamu memberinya pertanyaan apapun. Itu akan membuatmu gelisah. Cukup dengan kau jujur atas perasaanmu, itu sudah sangat mengurangi beban hatimu.”
Satu tahun kemudian, tetap tak ada perubahan padaku. Aku belum kembali seperti dulu, tak ada aku yang ceria, tak ada aku yang bawel, tak ada aku yang gila. Seakan semuanya terkubur bersama kenangan manis disisinya. Pada pagi hari, 14 februari 2013 saat pergi kuliah aku melihat sosok pria yang sedang memegang biola. Aku terkaget saat sosok Hilman yang ada dihadapanku. Tapi kulihat kembali dengan kesadaranku, ternyata bukan. Aku melewat dihadapannya dengan sedikit tersenyum, diapun membalas senyumanku. Pria itu membuatku penasaran. Pada sore hari saat pulang kuliah, hal yang memalukan terjadi. Pada saat itu aku sedang asik sms-an dengan temanku. Tiba tiba saat ku berjalan....
“ awas.....” teriak seorang pria di hadapanku
Sejenak ku terdiam dan melihat kedepan. Hampir saja aku terjatuh pada kubangan air. Hahaha itu sangat memalukan. Saat kulihat pria itu, ternyata dia pria yang tadi pagi ku temui.
“hati hati ya jalannya” dengan lembut dia memperingatkanku
Rasanya sangat memalukan, kejadian yang tak kulupakan. Rasa penasaranku padawa makin menjadi. Aku cari tahu tentangnya. Dia bernama Adit, dia adalah kakak tingkatku. Dan ternyata kami satu jurusan. Rasanya aku belum pernah melihatnya. Ya, bagaimana aku tahu, setelah kuliah saja aku pulang kerumah karena tidak ada tempat lagi yang kutuju. Dulu selagi Hilman ada, banyak tempat yang terjelajahi bersamanya. Seakan akan, semua tempat itu menjadi neraka untukku, dan aku tak ingin pergi kesana lagi.
Hari demi hari ku lalaui seperti biasa, sedikit ada perubahan. Aku mulai tersenyum, setelah kejadian memalukan itu. Teman teman sekelasku senang akan adanya perubahanku. Aku selalu memata matai Adit, saat dia di kampus, di kelas, bahkan saat bermain biola. Rasanya sosok hilman masuk kedalam dirinya. Oh.... tidak mungkin, tak ada yang bisa menandingi Hilman dimataku. Tempat favorit Hilman main biola itu di taman kampus, suasana yang sejuk sangat mendukung. Tapi mengapa Adit juga sering berlatih disitu? Apa benar Adit adalah jelmaan dari Hilman? Oh.... sungguh mengherankan.
Makin kesini, aku makin mencari tahu tentangnya. Dari mulai tempat tinggalnya, jadwal kuilahnya, tempat favoritnya, hobinya, sampai makanan kesukaanya. Nah loh? Ko mirip Hilman ya? Tidak mungki itu Hilman, tapi semuanya ada hubungannya dengan hilman. Ku yakinkan bahwa Hilman adalah Hilman, tak ada orang yang menyamainya. Dan Adit adalah Adit, orang yang kebetulan, ya seperti itu adanya. Rasa kagumku pada Adit semakin besar, tapi bukan berarti ku melupakan Hilman. Tidak sama sekali. Karena dia abadi tersimpan disisi lain relung hatiku. Aku yang selalu menguntupi Adit kemana ia pergi. Kejadian yang sama saat dulu bersama Hilman, tapi perbedaannya aku menguntip Adit diam diam. Hehehe
Selalu saja begitu setiap hari. Ku luangkan waktu untuk mengikutinya pergi. Sampai ku berpikir aku akan memberikan satu bunga mawar merah untuknya. Aku tak ingin perasaanku ini menyiksa diriku seorang diri. Mungkin jika ku utarakan padanya, dia bisa sedikit mengerti aku dan mengurang bebanku. Dan akhirnya kuputuskan untuk mengutaraknnya, aku mebawa satu tangkai bunga mawar yang menjadi kekutanku yang mengingatkanku pada Hilman. tapi saat ku berjalan di depan rumahnya, aku melihatnya bersama perempuan lain. Dia mengajak perempuam itu kerumahnya. Apa perempuan itu.....? tak sanggu ku lanjutkan kalimatku. Bunga mawar yang ku genggam, serntak jatuh bersama semua anganku. Hancur lebur, membentuk butiran debu.
“apa ini takdirku? Apa Alloh memang menahan perasaanku hanya untuk Hilman. Dan sengaja membuatku hancur karena Adit.” Ku duduk terdiam memetik kelopak bunga mawar.
Memang benar, cintaku pada Hilman tak memiliki kesempatan untuk berkata. Bukan berarti dia bukan untukku, tapi memang Alloh mencegahku untuk mengatakan dikehidupan yang nyata. Dan mungkin memberi kesempatanku berkata di kehidupan yang abadi, selamanya. Bunuh diri? Hahaha bodoh. Itu adalah kata yang ku benci. Mungkin Alloh merencanakan sesuatau dengan Hilman. Dia yang tak ingin aku menjalin hubungan terlarang (pacaran) dengan lelaki lain, karena dia mencintaiku. Dan hanya ingin bersamaku di ikatan yang halal bagiku.
Biarlah saat ini ku belajar jauh darinya di dunia ini, dia mengajarkanku kesabaran dan keikhlasan. Mungkin dia sedang menguji cintaku, dia sengaja membiarkanku hidup agar rasa rinduku semakin dalam untuknya. Dan suatu saat nanti jika kita bertemu, rindu itu akan lenyap dan berubah menjadi butiran cinta juga kehidupan yang baru.
“ Jangan takut, aku akan mencintaimu seribu tahun, dan akan mencintaimu seribu tahun lebih ”
Tak Sengaja - Cerpen Islami
Bertemu dengan nya tanpa disengaja, tanpa aku yang mencarinya ataupun
dia yang merencanakannya. Berteman dengannya tanpa disengaja, tanpa aku
yang mendahului untuk ada suatu ikatan dengannya ataupun dia yang
menginginkannya.
Semua yang kulakukan padanya selama ini bukanlah karena perbuatanku yang dibuat – buat agar mendapat simpati darinya karena memang ia adalah temanku, aku pun tak tau apa yang di fikirannya, namun yang ku tau sampai saat waktu itu tidak ada yang special untuk nya.
Runtutan ketidak sengajaan ini terjadi lagi – lagi dan lagi. Ku berfikir tiada yang special dari nya, aku dan dirinya pun biasa saja, bahkan waktu jua memberikan jarak nya padaku serta dirinya. Hingga waktu pun mempertemukan kami kembali dalam sebuah ketidak sengajaan yang membuat aku sedikit berarti dalam masa penting nya, ya aku berada pada masa yang tepat untuknya, semoga tepat juga untuk ku. Hingga sampai saat itu masih tiada yang special ku alami, hati ini masih netral dan tak berbagi.
Lalu ketidak sengajaan itu ku alami, tak sengaja ku berjalan melewati lorong sekret tempat nya, ku dengar sayup – sayup irama yang jelas ku ketahui itu adalah bacaan Al- Qur’an, terdiam ku sejenak lalu kemudian berlalu, hal ini bukan aku ataupun dia yang merencanakannya. Berlalu ku beranjak meninggalkan ia, rasa kagum ku kemudian tumbuh bagaimana bisa ia menjadi beda, melawan arus kehidupan muda yang ia jalani saat ini, di saat orang lain leyeh – leyeh ataupun malas mengenal Tuhan, sedikit rasa kagumku tumbuh. Kemudian lagi tak sengaja mata ini menangkap bayangan ia dari balik bilik tempatku sholat, memandang ia penuh dengan khusyu nya berdoa shalat sunnah nya, mata ini tak sengaja menangkap bayangan dirinya, aku pun yakin dia pun tidak merencanakannya atau pun dibuat – buat. Bertambahlah setingkat ke kagumananku akan dirinya. Lalu di saat ku membantu membuat tentang skripsinya tak sengaja ku tangkap bau nafas yang tak sedap darinya, ya saat itu di sore hari, ku beranikan diri untuk bertanya “Apa kamu sedang puasa”. Akhirnya ku pun tau setidaknya saat ini ia menjaga dirinya dengan puasa sunnah, ibadah yang dia dan Tuhan yang tau. Ya Allah…. Kekagumanku bertambah dan sedikit rasa aku ingin memilikinya.
Seiring berjalannya waktu ku sadari ada yang tak biasa dengan ku, dengan hati, dengan jiwaku. Dengan berjalannya waktu ku coba menetralkan kembali semuanya, namun ternyata namanya terselip dalam do’aku, dalam daftar yang ingin ku miliki, dalam azam ku. Masih diam dan tak berbisik, semua berjalan dengan biasa. Sampai saat itu tak satu pun yang tau, bahkan aku pun masih ragu untuk tetap menginginkannya utuh, karena ku tak tahu apa ia juga sama seperti aku.
Perlahan tapi pasti semua sudah berkembang cantik seiring waktu. Ku jalani semua dengan tersembunyI, tak ada yang tau. Sampai suatu saat ia mengirimkan pesan singkat yang ku tau juga tak biasa “mau bangetlah, apalagi sampai pelaminan”. Pertanyaan terbesar ku “apakah ini sebuah candaan atau serius atau aku hanya rangkaian permainannya”.
Waktu terus berjalan dan semua rasa seperti tersembunyi, ia
menyatakan sukanya padaku, tanpa berbalas yang sama kepadanya, yang ku
berikan adalah kata – kata penuh makna yang mungkin menjadi ambigu
baginya. Yang ku fikir saat ini apakah ini adalah ujian atas iman ku
atau memang ia adalah calon imam ku.
Kepada dirinya
Bibir ini kelu untuk menyatakan yang ingin kau dengar
Jari ini kaku untuk mengetik pesan yang ingin kau baca
Tak tau bagaimana harus ku ungkap atau ku balas pertanyaan dari mu
Yang bisa ku lakukan saat ini adalah memasukan mu dalam do’aku
Ikhtiarku adalah penantian setia nan suci untuk mu
Menunggu mu untuk datang dan mengucapkan pernyataan yang malaikan kan saksikan
Yang semua orang kan dengar kan
Yang kan menjadi saksi bahwa aku milikmu utuh
Yang Tuhan kita pun kan me Ridhoi…
Aku yang berharap dalam sunyi dalam diam…
Ku harap mengertilah
Kau yang ku butuh untuk ku menjalani hitam putihnya hidup sampai alam keabadian…
Semua yang kulakukan padanya selama ini bukanlah karena perbuatanku yang dibuat – buat agar mendapat simpati darinya karena memang ia adalah temanku, aku pun tak tau apa yang di fikirannya, namun yang ku tau sampai saat waktu itu tidak ada yang special untuk nya.
Runtutan ketidak sengajaan ini terjadi lagi – lagi dan lagi. Ku berfikir tiada yang special dari nya, aku dan dirinya pun biasa saja, bahkan waktu jua memberikan jarak nya padaku serta dirinya. Hingga waktu pun mempertemukan kami kembali dalam sebuah ketidak sengajaan yang membuat aku sedikit berarti dalam masa penting nya, ya aku berada pada masa yang tepat untuknya, semoga tepat juga untuk ku. Hingga sampai saat itu masih tiada yang special ku alami, hati ini masih netral dan tak berbagi.
Lalu ketidak sengajaan itu ku alami, tak sengaja ku berjalan melewati lorong sekret tempat nya, ku dengar sayup – sayup irama yang jelas ku ketahui itu adalah bacaan Al- Qur’an, terdiam ku sejenak lalu kemudian berlalu, hal ini bukan aku ataupun dia yang merencanakannya. Berlalu ku beranjak meninggalkan ia, rasa kagum ku kemudian tumbuh bagaimana bisa ia menjadi beda, melawan arus kehidupan muda yang ia jalani saat ini, di saat orang lain leyeh – leyeh ataupun malas mengenal Tuhan, sedikit rasa kagumku tumbuh. Kemudian lagi tak sengaja mata ini menangkap bayangan ia dari balik bilik tempatku sholat, memandang ia penuh dengan khusyu nya berdoa shalat sunnah nya, mata ini tak sengaja menangkap bayangan dirinya, aku pun yakin dia pun tidak merencanakannya atau pun dibuat – buat. Bertambahlah setingkat ke kagumananku akan dirinya. Lalu di saat ku membantu membuat tentang skripsinya tak sengaja ku tangkap bau nafas yang tak sedap darinya, ya saat itu di sore hari, ku beranikan diri untuk bertanya “Apa kamu sedang puasa”. Akhirnya ku pun tau setidaknya saat ini ia menjaga dirinya dengan puasa sunnah, ibadah yang dia dan Tuhan yang tau. Ya Allah…. Kekagumanku bertambah dan sedikit rasa aku ingin memilikinya.
Seiring berjalannya waktu ku sadari ada yang tak biasa dengan ku, dengan hati, dengan jiwaku. Dengan berjalannya waktu ku coba menetralkan kembali semuanya, namun ternyata namanya terselip dalam do’aku, dalam daftar yang ingin ku miliki, dalam azam ku. Masih diam dan tak berbisik, semua berjalan dengan biasa. Sampai saat itu tak satu pun yang tau, bahkan aku pun masih ragu untuk tetap menginginkannya utuh, karena ku tak tahu apa ia juga sama seperti aku.
Perlahan tapi pasti semua sudah berkembang cantik seiring waktu. Ku jalani semua dengan tersembunyI, tak ada yang tau. Sampai suatu saat ia mengirimkan pesan singkat yang ku tau juga tak biasa “mau bangetlah, apalagi sampai pelaminan”. Pertanyaan terbesar ku “apakah ini sebuah candaan atau serius atau aku hanya rangkaian permainannya”.
Kepada dirinya
Bibir ini kelu untuk menyatakan yang ingin kau dengar
Jari ini kaku untuk mengetik pesan yang ingin kau baca
Tak tau bagaimana harus ku ungkap atau ku balas pertanyaan dari mu
Yang bisa ku lakukan saat ini adalah memasukan mu dalam do’aku
Ikhtiarku adalah penantian setia nan suci untuk mu
Menunggu mu untuk datang dan mengucapkan pernyataan yang malaikan kan saksikan
Yang semua orang kan dengar kan
Yang kan menjadi saksi bahwa aku milikmu utuh
Yang Tuhan kita pun kan me Ridhoi…
Aku yang berharap dalam sunyi dalam diam…
Ku harap mengertilah
Kau yang ku butuh untuk ku menjalani hitam putihnya hidup sampai alam keabadian…
Rabu, 09 April 2014
Artikel Tentang Pergaulan Remaja
Pada saat ini banyak pergaulan yang tidak sehat di lingkungan sekitar
kita, bagaimana kita dapat mengupayakan agar para remaja memiliki
pergaulan yang baik yang sehat sehinggga kualitas hidupnya akan
meningkat sebagai pondasi untuk tumbuh menjadi dewasa sehingga tidak
mudah terjerumus ke dalam pergaulan kurang baik atau kurang sehat. Peran
orang orang disekitarnya juga akan mempengaruhi pergaulan remaja,
dirumah peran dari orang tua membantu membentuk karakter anak supaya
menjadi lebih baik , di sekolah guru juga membantu pembentukan karakter
siswa.
Adanya wujud perhatian dan kasih sayang sangatlah penting karena
kurangnya perhatian dan kasih sayang maka remaja akan bisa terjerumus
dalam pergaulan tidak sehat. Remaja yang terjerumus dalam pergaulan
freesex, narkoba, minum minuman keras biasanya karena tidak memperoleh
kasih sayang dan perhatian terutama dari keluarga dan kebetulan remaja
tersebut mendapatkannya di suatu komunitas tertentu dipergaulan yang
kurang baik tetapi dia bisa diterima di komunitas tersebut apa adanya
karena biasanya aturannya longgar apa aja diperbolehkan sehingga dia
merasa nyaman dikomunitas tersebut.
Apabila telah masuk ke lingkungan tersebut biasanya bila ditarik ke
lingkungan keluarga akan susah. Jadi sebelum terlibat lebih dalam harus
diantisipasi dengan pemberian cinta kasih sayang dan perhatian yang
cukup sehingga dia tidak mencari diluar dengan cara cara kurang baik.
Lingkungan juga memberikan kontribusi yang signifikan atau sangat
berpengaruh, oleh karena itu butuh peran orang tua dan sekolah dalam hal
pengawasan. Karena yang namanya remaja masih labil suasana hati yang
mudah berubah ubah sehingga butuh didampingi dan diawasi.
Cara yang paling mudah dengan cara mengenal teman temannya, siapa sih
temannya dan latar belakangnya bagaimana, rumahnya dimana dan tempat
berkumpulnya dimana. Ini bisa diketahui apabila ada pola komunikasi yang
baik antara orang tua dan anak misalnya anak bila akan bepergian akan
pamit dan memberitahukan akan kemana dan pulang jam berapa, apabila ada
komunikasi yang baik maka akan terdeteksi anaknya dimana. Ada juga anak
yang berbohong untuk menutupi kepentingan apabila dia jujur tidak
mendapat ijin dari orang tua. Tetapi pengawasan juga jangan terlalu
ketat supaya anak belajar diberi kepercayaan sehingga dia belajar diberi
tanggung jawab dari keputusan atau kesepakatan yang telah diambil.
Biarkan anak remaja bisa bergaul secara normal dengan teman temannya,
orang tua cukup mengawasi dari jauh dan apabila menyimpang baru ditegur.
Tidak semua remaja seberuntung remaja lainnya karena tumbuh dalam
keluarga yang kurang perhatian karena jumlah anaknya terlalu banyak,
orang tuanya broken home, faktor ekonomi, kedua orang tuannya sibuk
bekerja bisa mencukupi materi tetapi kurang bisa memberi perhatian.
Untuk remaja ini bisa mendapatkan perhatian dari orang lain asal
selektif misalnya di kegiatan kegiatan yang positif selain untuk sarana
bergaul juga bahkan bisa ke arah prestasi. Intinya meskipun tidak
mendapat cukup perhatian dari lingkungan keluarga tetapi tetap berusaha
untuk mencari pergaulan di kegiatan yang positif bisa juga di kegiatan
keagamaan.
Cara bisa dilakukan agar remaja mempunyai pergaualan yang sehat :
- Adanya bimbingan agama sedini mungkin sehingga anak mempunyai kontrol perilaku yang kuat dalam pergaulan apabila melakukan kesalahan agar merasa takutnya kepada Tuhan.
- Memberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup baik dari keluarga maupun lingkungan sekitarnya.
- Memberikan suatu pengawasan, teman temannya siapa tempat bermainnya dimana. Termasuk pengawasan dalam penggunaan media yang saat ini berkembang sangat pesat.
- Cobalah untuk mengenali bakat dan minat sehingga bisa menyalurkannya dengan positif dalam pergaulan yang baik.
pergaulan sehat remaja itu ada beberapa cara. Diantaranya adalah :
- Adanya kesadaran beragama bagi remaja - Bagi anak remaja sangat diperlukan adanya pemahaman, pendalaman, serta ketaatan terhadap ajaran-ajaran agama. Dalam kenyataan sehari-hari menunjukkan, bahwa anak-anak remaja yang melakukan kejahatan sebagian besar kurang memahami norma-norma agama. Oleh karena itu, kita harus memiliki kesadaran beragama agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang tidak sehat.
- Memiliki rasa setia kawan -Agar dapat terjalin hubungan sosial remaja yang baik, peranan rasa setia kawan sangat dibutuhkan. Sebab kesadaran inilah yang dapat membuat kehidupan remaja masyarakat menjadi tentram.
- Memilih teman -Maksud dari memilih teman adalah untuk mengantisipasi agar kita tidak terpengaruh dengan sifat yang tidak baik/sehat. Walaupun begitu, tapi teman yang pegaulannya buruk tidak harus kita asingkan. Melainkan kita tetap berteman dengannya tapi harus menjaga jarak. Jangan terlalu dekat dengan dia.
- Mengisi waktu dengan kegiatan yang positif -Bagi mereka yang mengisi waktu senggangnya dengan bacaan yang buruk (misalnya novel/komik seks), maka hal itu akan berbahaya, dan dapat menghalang mereka untuk berbuat baik. Maka dari itu, jika ada waktu senggang kita harus mengisinya dengan hal-hal yang positif. Misalnya menulis cerpen, menggambar, atau lainnya.
- Antara laki-laki dan perempuan memiliki batasan-batasan tertentu -Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya remaja harus menjaga jarak dengan lawan jenisnya. Misalnya, jangan duduk terlalu berdekatan karena dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. -
- Menstabilkan emosi - Jika memiliki masalah, kita tidak boleh emosi. Harus sabar dengan cara menenangkan diri. Harus menyelesaikan masalah dengan komunikasi, bukan amarah/emosi.
Langganan:
Postingan (Atom)

