Jumat, 30 Mei 2014

Ukhti, Tunggu Aku Menjadi Ikhwan


Namaku Rio, lengkapnya adalah Rio Irwan Anggara. Putra seorang pengusaha kaya raya yang memiliki banyak cabang di berbagai pelosok kota di Indonesia. Fisikku tampan, berkulit putih, dan tentunya memiliki senyuman maut yang dapat meluluhkan semua siswi di sekolahku. Ah tidak, kurasa dugaannku salah kali ini. Di suatu pagi saat aku telah memasuki area sekolah, aku disambut banyak fans yang tentunya telah menantiku di hari itu yang menggunakan mobil sport keluaran terbaru. Sekeluranya aku dari benda beroda itu, aku dikelilingi oleh banyak wanita yang tidak lain merupakan siswa yang sama denganku, SMA Citra Bangsa, sekolah para anak pengusaha kaya dan bonafid di area Jakarta pusat.
Disaat aku tengah asyik menikmati kerumunan para gadis-gadis cantik itu, aktivitasku terhenti setelah dua teman setiaku menghampiri.
“Hey Bro, bawa mobil baru lagi nih!” ujar Fano, menyapaku.
“Yoi bro, biasa lah.. bokap gue lagi baik.” Jawabku yang sedang sibuk mengeluarkan diri dari kerumunan.
“Hebat loe bro, gue aja minta dari dua bulan yang lalu nggak direspon-respon sama bokap. Padahal, dia baru menangani proyek real estate. Pelit dia.” Dion curhat padaku dan Fano.
Begitulah yang terjadi jika ketiga anak pengusaha-pengusaha seperti kami berkumpul. Selalu saja saling pamer dan membicarakan hal-hal yang terdengar mengasyikkan.
Tiba-tiba perbincangan kami terhenti saat seorang gadis cantik berjilbab lebar kali panjang melangkahkan kakinya melewati kami dengan langkah menunduk.
“Alah.. dia itu sok alim bro. Di kelas saja jarang bicara, pelit kata-kata.” Adu Fano dengan menampakkan tatapan tidak suka pada gadis itu.
Anehnya, aku merasakan sesuatu yang tidak biasa di hatiku, ada sesuatu yang bergetar tatkala kulihat wajah menunduknya yang terlihat bercahaya.
“Bro, mau tantangan?” tawar Dion sembari menatap gadis itu.
Tanpa kelanjutan kata pun aku sudah paham dengan maksudnya, ia menantangku untuk mendaparkan seorang gadis berjilbab seperti dia.
“Oke, kalau gue bisa bagaimana?” sahutku mantap.
“Gue akan ngasih ticket VIP pertandingan tim favorit loe, Barcelona vs Real Madrid. Nah, secara otomatis waktu loe dua bulan untuk menaklukan hati tuh cewek.” Papar Fano kemudian.
Setelah aku menyepakati perjanjian tersebut, aku pun segera melarikan diri menuju kelas yang dimana kedua sahabatku tak berada dalam satu kelas yang sama.
Tepat di hari senin, aku bergegas melajukan mobil sport merahku menuju sekolah dengan jam yang masih menunjukkan pukul 6 pagi. Rencananya, hari ini aku akan mencoba menggoda gadis itu dengan memberikannya setangkai mawar putih beserta untaian kata-kata manis yang merupakan hasil otak kreatifku.
Suasana sekolah terlihat lengang saat mobilku telah berhasil memasuki kawasan belajar itu. Sehari, dua hari, tiga hari, aku selalu mendapati pemandangan yang sungguh mencengangkan. Setiap hari, aku melihat kiriman bunga dan surat cintaku ia buang ke tempat sampah sebagai benda yang layaknya tak bernilai. Untungnya, aku tak pernah menuliskan namaku sebagai identitas pengirim. Alhasil, kedua sahabatku mulai mengejek dan mengolok diriku.
“Cih, baru kali ini aku melihatmu ditolak!” ejek mereka.
Airina Tasya, itulah nama gadis yang kurasa sangat sombong itu. Ia belum tahu bagaimana sifatku, aku takkan menyerah sebelum aku mendapatkan sesuatu yang kuinginkan. Kalau enam hari yang lalu aku mengiriminya bunga, enam hari yang akan datang kembali berbeda. Kali ini aku mengiriminya cokelat yang kurasa adalah favoritnya. Namun lihat, apa yang ia lakukan dengan cokelat-cokelat pemberianku? Ia memberikannya pada puteri Pak Hendri, satpam yang menjaga pintu gerbang sekolah. Memalukan sekali bukan!
Aku telah mendapatkan keputusan dari pemikiran panjangku selama hampir lima jam. Aku akan menemuinya dan mengatakan bahwa aku benar-benar mencintainya. Aku mengaku, aku benar-benar tertarik padanya.
“Airin, kamu Airin kan?” tanyaku yang saat itu tak sengaja melihatnya di kantin.
“Ya. Ada apa?” katanya dengan nada tegas.
“Aku suka sama kamu!” ucapku setelah mengambil oksigen beberapa saat.
Tanpa menjawab, ia meninggalkanku yang masih berdiri di tempat. Ah, memalukan sekali! Aku tidak menyerah, aku mengejarnya dan berusaha meraih tangannya untuk menghentikannya, namun tiba-tiba seorang gadis tomboy yang kurasa bernama Irma menghadangku.
“Hey Rio, Airin itu nggak bakal suka sama kamu. Dia Cuma suka Ikhwan alim. Yang tahu agama, yang bisa ngebimbing dia mencari cinta sejati.” Papar Irma padaku.
“Sok tau loe!” sergah ku.
“Asal loe tau ya, itu semua impian para gadis kaya Airin. Gue baca di novel!” katanya lagi.
Hari-hari terlewati dengan pemikiranku yang terus tertuju kepada Airin beserta uraian yang telah dipaparkan secara tegas oleh Irma padaku. Waktu pun telah berlalu dan terlewatilah 60 hari masa waktuku untuk meluluhkan hatinya. Aku bisa saja gembira karena tidak perlu lagi mengumpulkan kecerdasan otakku untuk mengolah ide kreatif guna memberinya kejutan. Masalah yang kumiliki sekarang adalah bahwa aku menyukainya. Ah tidak, kurasa aku mencintainya, benar-benar mencintainya. Dari berbagai sumber yang telah kuketahui, kudapatkan sebuah informasi menarik agar bisa mendapatkan hati sang bidadari seperti Airin. Ya, aku akan berpindah sekolah menuju tempat yang menurut pemikiran kolotku dahulu adalah sebuah penjara yang bernama Pesantren.
Perpisahan dengan dua sahabat karibku telah dilakukan, dan inilah saat terakhir yang telah kunantikan. Aku ingin meliahat pemompa semangatku yang terakhir kali.
“Airin, ini untukmu. Ku mohon, jangan dibuang ya.” Pintaku dengan memberi sebuah kado padanya.
Aku pun memasuki mobil setelah menemuinya yang saat itu telah bersiap untuk memasuki mobil jemputannya.
“Airin, tunggu aku menjadi Ikhwan ya…” teriakku dari jendela mobil.
Ya, samar-samar aku melihatnya tersenyum. Manis sekali! Baiklah, aku berjanji padamu. Tunggulah aku menjadi ikhwan…
“Airin, Tunggu aku menjadi Ikhwan! Aku berjanji..”
Cerpen Karangan: Hanida Ulfah
Facebook: www.facebook.com/hanidaulfah.alfarizy
Assalamu’alaykum sahabat cerpenmu terima kasih banyak untuk para readers yang telah membaca cerpen saya yg sangat sederhana ini. Untuk itu, saya membutuhkan saran dan kritiknya untuk membangun karya yang lebih baik. Silahkan kirimkan kritik dan saran teman-teman ke facebook saya “Ukhty Hanida Alhumaira”



Ini merupakan cerita pendek karangan Hanida Ulfah, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya di: Hanida Ulfah untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatan penulis yang telah di terbitkan di cerpenmu, jangan lupa juga untuk menandai Penulis cerpen Favoritmu di Cerpenmu.com!

Kamis, 29 Mei 2014

Hadiah Kecil Untukmu





“Kriiiggg” suara weker itu menggema di dalam sebuah kamar bercat biru seolah memaksa sang penunggu kamar tersebut untuk bangun. Dengan malas vivi sang empunya kamar tersebut terpaksa bangkit dari tempat paling nyaman, namun saat ia hendak menuju kamar mandi dia melihat sebuah arah panah dengan perintah “follow me” walaupun sedikit bingung akhirnya vivi pun mengikuti arah panah tersebut perlahan namun pasti arah panah tersebut membawa vivi ke luar rumah sampai akhirnya panah tersebut membawanya ke sebuah taman dan di taman tersebut terdapat sebuah kotak yang menyita perhatian vivi, dengan ragu vivi pun mengambil kotak tersebut dan menemukan setangkai bunga dan sebuah surat yang isiinya
“selamat pagi matahariku, maafkan aku yang telah lancang membangunkan putri dari mimpi mu yang indah. Sekarang aku mohon tuan putri maju 7 langkah ke depan”
Vivi sangat penasaran dengan pengirim kotak tersebut akhirnya vivi pun menuruti perintah tersebut, vivi berjalan tujuh langkah ke depan dan akhirnya dia bertemu dengan dua orang lengkap dengan mobil berwarna silver
“silahkan masuk tuan putri” salah seorang dari laki laki tersebut mempersilahkan vivi masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil vivi sangat penasaran akan dia akan dibawa kemana berkali kali dia mencoba untuk bertanya kepada dua orang yang ada di sebelahnya manun tak ada satu kata pun yang terucap.
“kami telah sampaii” ucap sang supir
“sampai? memangnya kita akan kemana?” vivi terlihat agak cemas mendengar ucapan dari sang supir
“sudahlah putri percayalah pada kami, kami tidak akan melukaimu. Sekarang saya minta maaf saya mendapat perintah untuk memmakaikan putri penutup mata ini” ujar seorang laki laki bertubuh tinggi besar
“tapi-” belum selesai vivi berbicara laki laki tersebut telah memakaikannya penutup mata setelah itu vivi diarahkan masuk ke sebuah tempat yang tak tau tempat apakah itu namun vivi merasakan rambut dan wajahnya dipegang oleh orang lain
“maaf kalian ini sedang apa “tanya vivi, namun apa yang vivi dapatkan masih sama seperti saat ia di dalam mobil
“baiklah jika kalian tak mau menjawab, aku akan laporkan kalian ke polisi” berbagai ancaman dan cara telah vivi lakukan agar orang orang yang ada di sekitarnya mengucapkan satu/dua kata namun mereka masih tetap diam membisu
Satu jam berlalu akhirnya tugas orang misterius itu selasai dilakukan, vivi sekarang tampak begitu cantik dengan riasan natural di wajah cantiknya.
“maaf tuan putri, kita masih harus pergi ke suatu tempat ayo tuan putri saya bantu berdiri” kini seorang pelayan membantu vivi berjalan menuju suatu tempat
Di tempat kedua ini vivi merasa seseorang sedang memakaikannya sebuah gaun, berulang kali vivi mencoba membuka ikatan penutup matanya namun selalu saja tak berhasil.
Senja kini telah datang matahari telah pulang ke peraduannya digantikan langit gelap yang dengan bintang bintang yang bertaburan. Vivi merasakan tubuhnya lelah tiada tara hari ini dia bagaikan boneka tak berdaya yang dibawa kemana mana tanpa ada perlawanan sedikitpun.
Angin malam berhembus kencang dapat vivi rasakan angin tersebut bagai menusuk kulit putih vivi, saat ini dia masih memakai penutup mata dan dua orang yang membantunya berjalan namun tak lama kemudian dapat dia rasakan dua orang tersebut telah pergi dan vivi bersyukur akhirnya penutup matanya telah dilepas. Sejenak vivi mencoba membiasakan matanya dengan cahaya remang remang dari lilin yang ada di sekitarnya, akhirnya dia menyadari dia telah memakai gaun putih indah yang sangat cocok dengan tubuhnya juga rambutnya yang disanggul
“kenapa aku berpakaian seperti ini?” vivi merasa bingung dengan keadaanya sendiri
Di saat vivi bingung dengan keadaannya sebuah layar proyektor membuat perhatianya tersita
Sebuah lantunan melodi indah terdengar dari sana, terlihat seorang laki laki tengan duduk dengan sebuah gitar di pangkuannya namun vivi tak dapat melihat jelas siapa laki laki yang ada di layar itu. Perlahan namun pasti laki laki itu pun menyanyikan sebuah lagu
MARRY U
super Junior
Love oh baby my girl
You are my all
So beautifully radiant, my bride
A gift from God
Are you happy
Tears fall from your dark eyes
Until your dark hair turns white
My love, my girl
I’ll swear my love
Saying I love you
I want to do it every day for a lifetime
Would you marry me?
Loving and cherishing you
I want to live this way
Every time you fall asleep
I want it to be in my arms
Would you marry me?
Would you consent to this heart of mine
For a lifetime I’ll be by your side, I do
Loving you, I do
Cherishing you through the snow and rain, I do
I’ll protect you, My love
You wearing a white dress
Me wearing a tuxedo
We walk, matching our pace
On the moon and star, I swear
I don’t like lies, I don’t like doubt
My loving princess
Stay with me
Even as we age
I want to go about it smiling
Would you marry me?
Would you spend my days with me
Through hardships and difficulties, I do
I’ll always be there, I do
Through our many days together, I do
I’ll be thankful every day, My love
Accept this shining ring in my hand
That I’ve prepared from awhile back
With the same feelings today
I’ll remember the promise made right now
Would you marry me
For a lifetime I’ll be by your side, I do
Loving you, I do
Cherishing you through the snow and rain, I do
I’ll protect you, My love
I have nothing else to give you but love
That’s all, hardly valuable
Though I’m clumsy and am lacking
My love, my girl
I’ll protect you
Will you promise me just one thing
That no matter what happens
We will love each other
That’s it
Will you marry me? I do
Vivi pun terhanyut dalam sebuah lagu yang laki laki itu nanyikan namun vivi merasakan seseorang berjalan menuju dirinya, akhirnya vivi pun membalikkan badanya dan menemukan seorang laki laki yang ia kenal sebagai temanya
“Kean sedang apa kau disini? kenapa kau memakai tuxedo seperti itu?” vivi bertanya dengan penuh penasaran.
Namun bukan jawaban yang ia terima, laki laki tuxedo putih itu malah bertekuk lutut dengan sebelah tangan memegang sebuah cincin di tangan kanannya
“will you marry me?” ucap laki laki bernama kean itu
“kean berhenti membohongiku ini tidak lucu sama sekali” ujar vivi dengan sedikit bergetar
“ini bukan lelucon, please trust me my baby” ujar kean
“benarkah?” setetes air mata mengalir dari mata indah vivi
“will you marry me?” ulang kean sekali lagi masih dengan pose bersimpuh
“I do” ujar vivi singkat
Dengan perlahan kean pun memasangkan cincin berlian putih di tangan vivi
“jangan dulu bersedih aku masih punya sesuatu yang lain untukmu” ujar kean sambil menutup kedua mata vivi, dengan perlahan kean membimbing vivi menghadap sebuah gedung perkantoran
“satu, dua, tiga” perlahan kean pun melepaskan tangannya dari mata vivi, sejurus kemudian sebuah tulisan “HAPPY BRITHDAY” muncul di atas gedung perkantoran tepat di mata vivi dengan diiringi letusan kembang api yang makin menambah keindahan malam itu
“apa kau merencanakan semua ini?” ujar vivi masih terkejut dengan apa yang kean persiapkan
“tentu, it’s only for you just for you” ujar kean seraya tersenyum
Perlahan vivi mendekat ke arah kean dan akhirnya mereka berdua pun berpelukan dengan di temani letusan kembang api

Arti Sebuah Kata Teman


“Amir” itulah sebutan untuk diriku. Dari lahir aku selalu dibenci oleh orang yang ada di dekatku. Bahkan sampai sekarang tidak ada yang mau berteman denganku. Mereka sering menyebutku sebagai anak haram yang tidak punya seorang ayah. Memang aku punya ayah tapi entah kemana ayah pergi aku tak tahu dan ibuku telah meninggal ketika aku berumur tiga tahun. Maka dari itu aku selalu dibenci dengan orang lain.

Kini sudah waktunya bagiku masuk ke sekolah untuk menuntut ilmu dan mencari teman. Tetapi apa hasilnya? Yang ada hanyalah ejekan dan ejekan dari anak-anak yang lain. Tujuanku untuk sekolah adalah menuntut ilmu. Tapi, aku terlahir dengan kemampuan yang payah. Jadi, apa yang aku lakukan untuk menjadi hebat di sekolah selalu mengalami kegagalan. Tapi aku tidak akan menyerah untuk melangkah maju. Aku terus berusaha agar aku menjadi pintar. Walaupun hasilnya selalu buruk, aku tidak akan pernah menyerah.

Saat pulang sekolah aku bertujuan untuk jalan-jalan di pasar. Saat aku berhenti di sebuah toko mainan, aku merasa tertarik dengan topeng yang dipajang di depan toko tersebut. “Wow !! topeng yang ini keren.” Ucapku dengan rasa senang. Tiba-tiba sang penjual topeng keluar dan meyuruhku pergi. “Pergi sana anak haram, jangan dekat-dekat toko ku. Pasti kamu akan merusakkan semua barang yang ku jual.” Jawab penjual toko tersebut. “Tapi aku hanya melihat-lihat saja Paman. Aku tidak ada niat untuk merusak barang dagangan anda.” Jawabku. “Kalau kau ingin, ini ambil saja!! Cepat pergii !!” Jawab Penjual topeng dengan melemparkan topeng itu ke arahku. “Paman aku bukanlah sampah tempat kau membuang topeng   ini, aku adalah Amir. Amir bukanlah tempat sampah” Teriak ku pada Penjual topeng tersebut.

Suatu sore, saat aku sedang berjalan di dekat sungai, aku melihat ada seorang anak yang duduk di tepi sungai tersebut. Dia terus melihatku. Dengan menatap matanya aku merasakan bahwa dia mengerti akan perasaan dan keadaan yang aku alami sekarang. Sejujurnya aku ingin sekali untuk berhenti dan berbicara dengannya. Tapi aku malu untuk memulai berbicara dengannya. Hingga pada akhirnya, aku memutuskan untuk tetap berjalan dan pergi darinya.

Keesokan harinya, aku bertemu dengannya lagi disekolah. Setelah aku perhatikan dia sangat sangat sangat sangat sangat sangat keren, sehingga para anak perempuan di sekolah tergila-gila dengannya. Dalam pelajaran di sekolah pun dia juga termasuk anak yang pintar. Sehingga dia membuatku semakin iri dengannya. Sejak saat itulah aku menganggap dia adalah sebagai rivalku.

Saat pertama dia di sekolah aku sangat membencinya. Tapi pada suatu hari saat aku di bully oleh Diki dan kawan-kawannya yang terkenal paling berkuasa di sekolah, tiba-tiba dia datang untuk menolongku. Perasaan benci yang aku rasakan kian hari semakin menghilang. Justru rasa nyaman berada di dekatnya lah yang tumbuh di dalam hatiku.

Mulai saat itulah aku berkenalan dengannya secara resmi. Ternyata namanya adalah Erwind. Sejak saat itulah kami menjadi teman dan anggapanku sebagai rivalnya telah hilang ditelan waktu. Saat bersama dengan Erwind, aku merasa tidak sendirian lagi. Dan akhirnya aku mengerti bagaimana rasanya kasih sayang seorang teman. Pertemanan kami bagaikan ikatan yang tak akan putus. Maka dari itu aku akan menjaga ikatan yang Erwind berikan padaku.

Hari demi hari aku lalui bersama dengan Erwind. Kerja kelompok bersama bermain bersama. Dia sudah aku anggap teman sekaligus saudara yang mengerti akan keadaan yang aku alami saat ini. Sungguh bahagia hatiku karena akhirnya perjuanganku untuk mencari teman tidaklah berakhir dengan kegagalan. Ini adalah kali pertama aku berteman, makanya aku masih kaku saat berteman dengan Erwind.

Suatu hari di sekolah kami kedatangan murid baru dari luar kota yang hanya menetap sementara disini, namanya Rafa. Kami sangat terkejud ketika melihat sikapnya yang sangat buruk itu muncul. Sikapnya sungguh sangatlah aneh dihadapanku. Ketika aku sedang susah mencari teman, dia malah meremahkan teman. Tapi mungkin dia belum terbiasa sekolah disini.

Suatu ketika, saat Rafa sedang minum tiba-tiba Erwind menjatuhkan air minum dan menumpahkan air minum ke baju Rafa. Emosi Rafa kian meledak. Rafa hendak menjatuhkan gelas tersebut pada Erwind, untung ada aku tahu kejadian itu. Segera aku berlari dan melindungi Erwind. Pecahan beling itu melukai tangan dan kaki ku. Walaupun sakit, tapi demi Erwind akan aku lakukan segalanya.

Rafa bertanya padaku. “Kenapa kau melindungi dia, sedangkan dia tidak pernah menolongmu ??” akupun menjawab “Karena dia adalah temanku.” Setelah menjawab pertanyaan tersebut aku segera pergi ke UKS untuk mengobati lukaku. Tapi setelah aku melihat ke belakang ternyata Rafa termenung. Entah apa yang dia pikirkan.

Setelah 2 bulan lamanya Rafa bersekolah disini, aku melihat perkembangan Rafa sejak kejadian waktu aku melindungi Erwind dulu. Rafa yang sekarang menjadi lebih penyayang dan perhatian pada temannya. Dan tak terasa pula kini tiba saatnya Rafa untuk pindah ke kota yang lain untuk pergi dengan ayahnya. Sebelum dia pergi kami sempat bertemu dan berbicara sebentar sambil mengucapkan selamat tinggal. “Amir terima kasih atas pelajaran yang kau berikan padaku..” Ucap Rafa dengan mata yang berkaca-kaca. “Ada apa kamu kok sedih gitu haa?? Memangnya aku pernah berbuat apa sama kamu Raf??” Jawabku dengan heran. “Dulu bagiku teman hanyalah sebuah kata yang kecil dan tidak bermakna. Tapi setelah aku bertemu denganmu, aku mengerti betapa berharganya arti kata tersebut.” Saut Rafa. “Alhamdulillah, akhirnya kau mengerti. Aku juga ikut senang bisa membantumu. Dulu aku tidak punya teman sama sekali. Saat aku melihatmu dulu, aku tak pernah bayangkan bagaimana usaha ku untuk mendapat seorang teman saja. Sedangkan kamu hanya bisa meremehkan mereka. Maka dari itu aku bahagia karena sekarang kau bisa menghargai teman.” Jawabku. “Terima kasih Amir. Kau memang teman yang baik”

Sejak saat itu aku mulai merasa hidup karena bisa menghargai dan dihargai oleh teman yang dulu tak sempat aku dapatkan. Akhirnya aku mengerti, teman adalah suatu ikatan, ikatan yang sangat kita butuhkan dalam hidup. Berkat teman kita bisa mengerti indahnya hidup. Terima kasih teman...


PROFIL PENULIS
Nama                                  :Annisa      Anjani
Umur                                   :14     tahun
Alamat                               :Lamongan
Tentang saya                :Saya pendiam,tapi saya kocak.
Alamat facebook         :Annisa Anjani (annisa.anjani2)

Rabu, 21 Mei 2014

Beberapa Tempat Pariwisata Di Banjarnegara :)

Arung Jeram Sungai Serayu

Tempat wisata Arung Jeram Sungai Serayu ini berada di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, wilayah Kabupaten Banjarnegara cukup luas. Terdiri dari perbukitan serta dataran rendah di tepi Sungai Serayu. Potensi wisata ini terbesar dari Dataran Tinggi pegunungan Dieng hingga tepi Sungai Serayu.
 
Kawah Sikidang Dieng

Kawah Sikidang merupakan sebuah tempat wisata favorit di kabupaten Banjarnegara. Kawah sikidang ini adalah kawah vulkanik dengan lubang kepundan yang dapat disaksikan dari bibir kawah. Dilokasi ini bersuhu sedikit hangat, dan bau belerang cukup menyengat.

 
Kawah Candradimuka
Kawah Candradimuka ini sebetulnya bukan kawah gunung berapi, namun kawah ini adalah pemunculan Solfatara dari rekahan tanah. Ada dua lubang rekahan yang masih aktif mengeluarkan Solfatara. Di Kawah ini terdapat sumber air yang dipercaya memiliki kekuatan magic, sehingga banyak wisatawan yang memanfaatkannya.

 
Curug Sirawe Banjarnegara
Objek wisata Curug Sirawe adalah tempat wisata bertema air terjun yang lokasinya terletak tidak jauh dari zona utama kawasan wisata Dieng, atau lebih tepatnya lagi berada di dusun Bitingan Desa kepakisan sebelah barat Dieng . Memiliki ketinggian kurang lebih 80 m berada di pegunungan yang hijau dengan panorama yang sangat indah. Untuk mencapai ke air terjun ini anda bisa memakai sepeda motor atau bisa treking melalui bukit sipandu sebuah bukit yang konon katanya adalah salah satu gerbang atau pintu masuk kawasan Dieng dari arah utara. Air terjun Curug Sirawe sangat ini begitu terlihat unik. selain area sekitarnya yang masih begitu alami karena tumbuhan yang mengelilinginya masih benar-benar tumbuhan gunung yang sangat beragam air terjun ini juga sangat mempesona karena air panas dan dingin menyatu jadi satu.
Curug Pitu
wisata Curug Pitu terletak di dekat pusat Salak Pondoh. Curug ini kabarnya sangat indah dan berupa tujuh buah curug yang bertingkat, dan ada lokasi untuk camping.
Candi Gatotkaca
wisata Candi Gatotkaca berada di sebelah barat kelompok Candi Arjuna di kaki bukit Pangonan, menghadap barat, 1 km sebelah utara Candi Bima; memiliki ornamen kala makara, tanpa rahang bawah.

 
Candi Arjuna
wisata Candi Arjuna Banjarnegara letaknya berada di dataran tinggi Dieng yang letaknya satu deret dengan Candi Srikandi, Candi Puntadewa dan Candi Sembadra, dan berhadapan dengan Candi Semar

 
 
Candi Bima
wisata Candi Bima terdapat di Dieng yang Diperkirakan dibangun setelah Candi Srikandi; bagian atapnya mirip bentuk shikara, seperti mangkuk yang ditangkup.
Candi Dwarawati
wisata Candi Dwarawati terletak di bukit Perahu, berukuran 5,3 x 5,3 m, dan letaknya paling utara diantara candi-candi lainn